Selasa, 19 Februari 2013

What to Back-up: Ubuntu Series

Mem-backup konfigurasi (data) aplikasi merupakan salah satu rutinitas yang biasa dilakukan oleh pengguna komputer, karena hal tersebut memang sangat disarankan untuk njagani manakala suatu saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang mengakibatkan data-data tersebut lenyap tak bersisa, ataupun alasan-alasan lain seperti terlalu suka gonta-ganti OS (masih sejenis), de el el. Entah backup tersebut dilakukan setahun sekali, sebulan sekali, atau bahkan ada yang melakukannya secara terus-menerus (tersinkronisasi) ke sebuah server backup.

Nah, tulisan saya kali ini bertujuan untuk membagi pengalaman kepada Anda tentang data-data apa saja yang biasa saya backup, tentu saja mengacu ke sistem operasi berbasis Ubuntu. Oke, ini dia:
  • okular docdata
    Okular merupakan aplikasi yang bisa digunakan untuk membuka berkas PDF. Adapun data yang dihasilkan oleh aplikasi ini adalah data yang berupa berkas-berkas XML yang biasanya berisi daftar bookmark, anotasi, catatan-catatan, highlight teks, de el el, yang terkait pada setiap dokumen PDF yang pernah kita buka, tentu saja anotasi-anotasi tadi merupakan anotasi yang kita buat menggunakan okular tersebut.

    Untuk lokasinya, biasanya ada di sini:
    /home/[usernameAnda]/.kde/share/apps/okular/docdata
  • maven repository
    Bagi Anda para pecinta Java, saya kira data ini juga cukup penting, repository dependency manager dengan maven.

    Untuk lokasinya, biasanya ada di sini:
    /home/[usernameAnda]/.m2
  • gradle cache
    Gradle sudah semakin sering didengar seiring dengan penggunaan Android Studio sebagai IDE resmi pengembangan aplikasi Android, dimana mekanisme building dan dependency management-nya menggunakan Gradle secara default.

    Untuk lokasinya, biasanya ada di sini:
    /home/[usernameAnda]/.gradle

Ini dulu, selebihnya menyusul :)